Namanya Jason Ranti

“ Kurt Cobain akustikan, main gitar dengan benar “

Seperti itu impresi saya akhir 2016 waktu pertama kali menyaksikan Jason Ranti dengan lagu Bahaya Komunis nya di Youtube. Rambut gondrong, raut tak acuh, nyanyi slengehan, frontal, namun kontras dengan permainan gitar akustiknya yang rapi bahkan elegan. Memang tabrakan tapi kombinasi itu hasilnya malah apik. Eksekusi lirik atas tema di lagu itu pun sangat unik.

Saat itu ternyata sudah ada banyak lagu lain beratas namakan Jason Ranti yang bertebaran di Youtube. Kafir, Suci Maksimal, Variasi Pink, Jakarta jadi Ungu, Stephanie Anak Senie hingga Lagunya Begini Nadanya Begitu yang menjadi nomor tribute-nya untuk Pak Sapardi. Semua lagu ia cukupi dengan gitar bolong belaka. Kalaupun ada yang lain, itu hanya ornamen harmonika yang bisa ditemui di beberapa nomor saja. Kesan Cobain di kepala kemudian mulai luntur karena beberapa nomor tersebut dominan berwujud lagu yang kalem, suasananya agak lirih, akustikan yang sederhana dan vokalnya manis didengar telinga. 

Lagunya memang lumayan banyak namun ketika saya telusuri lebih lanjut ternyata ia belum punya album. Masih sangat sulit pula untuk menemukan referensi atau artikel terkait namanya, karena sebagai solois ternyata Jason Ranti adalah nama baru. Tak sampai kecewa apalagi menyesal, sementara saya tetap senang dan berbahagia bisa mendengarkan lagu-lagu yang sudah ada. Saya dengarkan dengan rajin sembari menunggu kapan albumnya keluar.

image

Awal Maret 2017, debut albumnya akhirnya rilis. Bertajuk Akibat Pergaulan Blues, dicetak dalam format cakram padat dengan kemasan digipack.

image

Akibat Pergaulan Blues berisi 11 lagu. Beberapa adalah lagu yang selama ini sudah tersebar atau beredar di internet. Namun satu yang sangat saya sayangkan adalah mengapa lagu  Kafir yang notabene sangat saya gandrungi tidak masuk di dalam album tersebut. Lumayan kecewa jadinya. Haha

image

Sulit dipungkiri bahwa Jason Ranti memang mutlak menarik. Pertama, amunisi nya terbilang beragam.  Ia punya banyak variasi tema di lagu-lagunya. Dari soal cinta atau hubungan bilateral manusia, doa, isu komunis, politik, problematik pelik, hingga soal sepele yang berakar dari perihal lipstik. Kemudian diperkuat juga oleh cara penulisan liriknya, baik soal sudut pandang maupun perihal cara pemilihan kata yang dipakai hasilnya selalu saja menarik. Beberapa bagian mungkin terasa agak aneh, tidak lumrah, tapi itulah salah satu faktor penyebab Jason Ranti begitu menarik.

Hal berikutnya adalah ia punya karakter yang begitu kuat. Cara bernyanyi, permainan gitarnya, semuanya adalah Jason Ranti. Maksud saya adalah orisinalitas seorang Jason Ranti memanglah begitu kuat, sangat otentik. Ciri khasnya sangat mudah untuk dikenali, seperti halnya saat kita tahu bagaimana itu Iwan Fals, Silampukau, Sir Dandy, Harlan Boer hingga seorang Ebiet G Ade misalnya. Semuanya sama-sama memainkan folk atau akustikan, namun masing-masing punya ciri yang berbeda baik bentuk lagu maupun gaya membawakannya. Dan yang terpenting ciri khas atau karakter dalam diri Jason Ranti memanglah keren dan bagus. haha

Bahaya Komunis akan saya rekomendasikan untuk anda yang belum pernah mendengarkan Jason Ranti. Lagu ini sangat menarik, bisa dibilang daya tariknya yang paling kuat. Selanjutnya mungkin Suci Maksimal terlebih dahulu. Sebuah lagu yang awalnya bicara soal Pak Penjahat yang naik haji. Haha Lagu ini seperti termin terbalik dari ke-slengehan bernyanyi seorang Jason Ranti di lagu Bahaya Komunis. Vokalnya minimalis dan manis, pun petikan gitarnya, semuanya terdengar manis di telinga. Lagu soal lipstik berjudul Variasi Pink juga bisa menjadi alternatif awal berikutnya.

image

Berbagai artwork serba kolase nan ciamik tersemat di dalam album “Akibat Pergaulan Blues”

Lagu-lagu baru yang termaktub di debut album Jason Ranti musti saya akui menarik semua, minimal langsung membuat penasaran walau baru membaca judulnya. Ada lagu Anggurman yang lucu tapi lumayan emosionil. Lalu akan makin emosionil di lagu Pulang ke Rahim Ibunya. Kemudian kembali frontal dan lumayan menjadi absurd di lagu ala-ala delta blues berjudul Kisah Tusuk Belakang dari Tegal Rotan

Rasa kecewa saya akibat tidak masuknya lagu Kafir dalam album Akibat Pergaulan Blues ternyata bisa terobati lewat satu lagu paling terakhir di album tersebut. Doa Sejuta Umat, sebuah rekaman live dan lagi-lagi lagunya memang menarik dan kali ini sangat asyik. Vokalnya slengehan dan frontal. Dari sisi liriknya pun, lagu ini juga berhasil menjelaskan judul lagunya, yaitu soal doa. Mengangkat berbagai contoh kegelisahan yang beragam tapi kerennya tidak melulu mainstream. Misalnya kegelisahan musisi atas honor yang horor, perihal takut kepada ajaran nabi-nabi palsu, dan soal keresahan atas regulasi hukum yang dirasa janggal atas salah satu jenis substansi juga ikut diangkat. Jelas sekali jika Doa Sejuta Umat merupakan sebuah lagu dengan tema yang dahsyat. Berkat lagu ini atau melalui salah satu penggalan liriknya pula lah saya jadi kesengsem dengan kata, istilah atau nama “Gusti”. Entah kenapa saya jadi menganggap “Gusti” terdengar lebih menggetarkan ketimbang “Tuhan” sekarang ini. Maknanya masih sama, tapi efek yang didapat terasa berbeda.  Mungkin hanya perasaan saya saja. Haha

Begitulah Jason Ranti, satu sisi slengehan, frontal, satu sisi juga bisa manis, seorang penyanyi ranah folk baru yang saya yakini kelak akan menjadi sesuatu! Ia dan karyanya sangat berbahaya, namanya sudah sangat layak untuk menjadi ternama. Semoga album pertamanya laris, lagu-lagunya didengar banyak telinga, dan akhirnya ia mulai lebih rajin tampil atau pentas. Tidak hanya bersarang di Ibukota, harus ke luar kota juga, termasuk Semarang khususnya. Supaya apa? Supaya saya bisa menyaksikannya langsung di depan mata. haha

Advertisements

3 thoughts on “Namanya Jason Ranti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s