Morfem Sekarang! (Album Dramaturgi Underground)

Album ketiga, kian bertenaga

image

Mundur ke Bulan November 2016.
Setelah menunggu akhirnya tersiar kabar CD Album Dramaturgi Underground sudah bisa didapatkan di Semarang. Comestore menjadi lapak pertama yang menyediakan album ini di Semarang. Dengan gesit saya menebus album yang sudah sangat saya nanti-nanti kehadirannya ini.

image

Dramaturgi Underground adalah album penuh ketiga Morfem, berselang 3 tahun dari album kedua, Hey Makan Tuh Gitar!. Adanya EP Sneakerfuzz di tahun 2014 juga didaku menjadi alasan kenapa Dramaturgi Underground rampungnya mundur. Setelah itu, di fase tersebut kuartet rock asal Jakarta tersebut juga kembali mengalami bongkar pasang personil. Yanu Fuadi yang pegang kendali bass ternyata memilih pamitan dan hengkang. Posisi bass di album Dramaturgi Underground diisi oleh Yusak Anugrah. Sampai sekarang, Yusak adalah nama ketiga yang masuk menjadi bassist Morfem.

image

Selain formasi baru, seperti yang sudah sudah Morfem kembali menemukan formula baru untuk albumnya. Memang tidak masif, tapi cukup mudah dirasakan bedanya.

Kini Pandu sepertinya sudah menemukan sound gitar jitu andalannya. Di album ini sound gitarnya tidak neko-neko dibanding album sebelumnya. Tetap menonjolkan fuzz, masih berisik, tapi lebih padat dan terdengar kian kencang di telinga. Hal tersebut mungkin didukung juga oleh bentuk lagunya yang mayoritas tidak memerlukan terlalu banyak isian melodi. Cukup dengan dominasi power chord saja, sudah terdengar apik dan menjadikannya kian bertenaga.

Roman Underground dan Audisi Sebuah Opera adalah 2 lagu paling romantis di album ini. Romantis tapi tetap sarat tenaga. Lagunya yang sederhana mengakibatkan lirik story-telling ala Jimi bisa terdengar ideal masuk di lagu ini. Apalagi di Audisi Sebuah Opera, Jimi seperti orang yang sedang bertutur, tidak bernyanyi. Haha 2 Lagu ini pasti akan sangat menyenangkan ketika dibawakan di panggung, santai tapi energinya tetap seru.

Di level yang lebih kencang, album ini punya Memento dan Tersesat di Antariksa. Memento sangat menarik karena liriknya pendek dan diulang 3 putaran. Hanya di lagu memento pula Pandu bisa lebih menghajar habis-habisan gitarnya, sangat berisik dan liar di bagian akhirnya. Bertenaga! 

image

Kemudian untuk lagu dengan level yang lebih brutal atau liar, ada Anabastestudineus dan Jungkir Balik. Jungkir Balik sudah menjadi favorit saya sejak dilepas sebagai single di akhir 2015 lalu. Liriknya apik, refrain nya begitu kena dan menyenangkan untuk dilantunkan bersama. Sedangkan Anabastestudineus adalah judul yang paling absurd karena judul tersebut merupakan nama latin dari ikan gabus. Haha Sepertinya Jimi mengangkat afiliasi antara amarah dan karakter dari ikan gabus. Ada kesan lucu tapi tetap saja keren hasilnya. Amarahnya tetap tersalurkan. haha

Dramaturgi Underground berisi total 8 lagu. Tapi entah kenapa porsinya sedikit kurang buat saya, kejutannya terasa sedikit minimal. Mungkin akibat 3 dari 8 lagu tersebut sudah dilepas atau diperkenalkan lebih dulu. Tersesat di Antariksa, Jungkir Balik dan Kuning yang merupakan versi cover dari rumahsakit, pernah sudah lebih dulu dirilis dalam format kaset di tahun 2015.

image

Malau, opera sekali.

Tapi tak apa, karena Dramaturgi Underground bisa menebus kekurangannya melalui berbagai artwork apik di tiap lagunya. Tidak bisa dipungkiri saya sangat suka dengan ide Morfem yang menggandeng banyak ilustrator untuk merespon masing-masing lagu dalam bentuk visual atau karya rupa. Saya putar CD nya, sambil membaca lirik yang disematkan berdampingan di masing-masing artwork-nya, sensasinya jadi paripurna.

image

Anabas!

Seperti itulah Dramaturgi Underground buat saya. Kini Morfem sedikit menjadi sederhana untuk bisa terdengar jauh lebih bertenaga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s