Sebuah Band Bernama Bandempo

Bandempo yang belingsatan,
Bandempo yang periang.

Bandempo adalah salah satu kelompok musik dari Jakarta yang mulai lahir di akhir 90’an. Meski kalau dihitung sudah belasan tahun berjalan, tapi mereka baru sempat menghasilkan satu album. Jangankan membuat album baru, perihal manggung saja mereka tidak rajin. Mungkin itulah salah satu alasan kenapa akhirnya nama mereka jauh dari predikat terkenal.

Bandempo memang bisa dibilang sudah tidak aktif, tapi tidak berarti bubar, mereka masih ada hingga sekarang. Saya sendiri baru mulai tahu Bandempo beberapa bulan kemarin, setelah album semata wayang mereka kembali beredar atau kembali diperkenalkan di akhir 2016 lalu. Album rilisan tahun 2000‘an awal tersebut dirilis kembali dalam format piringan hitam dan kaset pita. Masing-masing punya cover yang berbeda tapi keduanya sama-sama mencuri perhatian, karena warnanya mencolok mata.

image

image

Ada 8 lagu dalam album semata wayang Bandempo. Semua lagunya berbahasa indonesia dan dengan nuansa yang selalu gembira. Bahkan di lagu yang bercerita soal kegagalan cinta sekalipun masih terdengar begitu ceria.

image

Daftar lagu dalam album semata wayang Bandempo (foto:dok.pribadi)

Rock n roll Indonesia nan gembira sepertinya cukup relevan apabila saya dituntut untuk mendefinisikan genre Bandempo. Haha Permainan bass yang rajin berjalan, lalu melodi gitar ringkas yang sedikit berisik, padat noise, selalu diiringi oleh pukulan drum sederhana penuh fill-in nan primitif.

Sekilas mendengarkan Bandempo sedikit mengingatkan pada warna Koes Plus di lagu-lagu seperti Muda-mudi, Bis Sekolah juga Bujangan. Bedanya Bandempo adalah versi yang lebih belingsatan, lebih berdistorsi. Mungkin pula hampir sewarna dengan Naif, begitu retro di telinga. Tapi ya sama seperti tadi, Bandempo lebih berisik, berdistorsi, versi yang lebih belingsatan.

Tapi itu hanya sekilas kesan di awal saja, karena jika didengarkan lagi Bandempo jelas mutlak berbeda. Bandempo adalah Bandempo, rock n roll Indonesia nan gembira. Haha

image

Nuansa gembira tidak hanya dibangun dari instrumen atau musiknya saja. Suara vokalisnya juga menjadi unsur penting yang membuat Bandempo bisa terdengar segembira itu. Suaranya sengau, gemar meliuk-liuk, dan ajaibnya lagi terdengar begitu kekanak-kanakan. Haha Suaranya khas, caranya bernyanyi juga unik. Dan percayalah, Bandempo memang tidak butuh vokalis bersuara merdu ber-skill virtuozo macam Vidi Aldiano. Yang Bandempo perlukan memang mutlak Anggun Priambodo, personal yang bisa membawakan materi-materi nyelenehnya dengan selalu riang gembira. Mereka adalah kelompok yang periang, itulah poin nya.

Berbagai tema Bandempo angkat melalui lagu-lagunya. Beberapa memang tidak umum, bahkan absurd. Lagu soal permen, kereta mau lewat sampai nonton srimulat. Absurd kan? Haha. Kalaupun ada tema yang biasa itupun ditulis ke dalam lirik yang unik. Stilistika nya memang termasuk unik. S-P-O-K nya tidak jelas, mungkin anak SD kelas tiga bisa lebih mahir ketimbang Bandempo. Haha Tapi sekali lagi itulah poin Bandempo, persetan pakem, yang penting menghadirkan nilai keriangan. Haha

Ada 3 lagu paling favorit buat saya : PDKT 6 bulan, Berenang-renang dan Nonton Srimulat. Yang terakhir saya sebut sangat istimewa, sebuah lagu yang  jadi persembahan untuk acara komedi termasyhur di negeri ini. Berkat lagu tersebut saya berhasil mengingat kembali masa kecil saya yang diwarnai dengan rutinitas menyaksikan Srimulat bersama keluarga. Keren sekali.

image

Bandempo memang sangat spesial. Mereka kelompok musik langka yang istimewa dan sangat Indonesia. Secara utuh Bandempo merupakan produk yang paradoks. Mereka berantakan tapi teratur, berisik tapi asik, sederhana tapi sejatinya banyak warna. Tapi yang jelas, mereka memang belingsatan, dan mutlak periang.

Hal-hal baik harus terus dilestarikan. Merilis kembali album lawas yang baik adalah salah satu contohnya. Dan saya beruntung karena bisa menikmati karya apik di masa lalu milik Bandempo. Menyenangkan. Jaya Bandempo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s